Informasi lengkap untuk para pendaki gunung seperti jalur pendakian, tips mendaki gunung, peralatan pendakian dan informasi gunung terbaru.

Minggu, 31 Desember 2017

Jalur Pendakian Gunung Jayawijaya Menuju Puncak Carstensz Pyramid

Jalur Pendakian Gunung Jayawijaya - Pegunungan Jayawijaya di provinsi Papua memang sudah terkenal dengan fenomena salju tropis pada puncak "Soekarno-nya". Namun, tahukah kamu bahwa selain keunikan salju tropis terdapat sebuah puncak yang menjadi daya tarik para pendaki. Puncak yang dimaksud adalah Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4.884 Mdpl dan termasuk salah satu seven summit mewakili daerah oceania.

Puncak Carstensz Pyramid, gunung Jayawijaya
Puncak Carstensz Pyramid, gunung Jayawijaya
Keberadaan puncak ini membuat jalur pendakian Gunung Jayawajiya ramai dikunjungi oleh pendaki lokal maupun mancanegara. Terdapat dua pilihan jalur yang dapat ditempuh oleh para pendaki untuk menginjakkan kaki di puncak Carstensz Pyramid, yaitu melalui Ugimba dan Freeport.

Trek melelahkan pendakian Carstensz melalui Ugimba dan Freeport

1. Pendakian melalui jalur Ugimba
Ugimba, Google Maps 2017
Ugimba, Google Maps 2017
Ugimba adalah salah satu desa yang terletak di distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya. Ugimba adalah jalur yang disarankan bagi para pendaki untuk menuju Carstensz di Gunung Jayawijaya. Perjalanan melalui jalur ini akan sangat melelahkan, dimana pendaki harus berjalan menerobos hutan rimba Papua selama berhari-hari.

Oleh karena itu, kebutuhan akan guide dan porter adalah mutlak diperlukan. Namun, kelelahan dan kejenuhan ketika trekking akan terbayarkan dengan eksotisme sungai Nabu, Kemabu dan air terjun Padang Golf di Putigapa. Pendakian melalui jalur Ugimba membutuhkan estimasi waktu normal 14 hari 13 malam bagi setiap rombongan pendaki.

2. Pendakian melalui jalur Freeport
Lokasi puncak Carstensz di Gunung Jayawijaya memang berada berdekatan dengan area tambang terbesar milik PT Freeport. Dengan demikian, para pendaki sebenarnya dapat memanfaatkan moda transportasi milik perusahaan ini untuk mencapai basecamp Lembah Danau-Danau. Namun, jalur pendakian gunung Jayawijaya ini terkenal sulit perihal perizinannya karena harus mendapat rekomendasi dari beberapa instansi.

Selain itu, pendakian melalui jalur ini juga akan memperbesar kemungkinan bagi pendaki menderita Accute Mountain Sickness (AMS). Penyakit ini disebabkan karena pendaki melakukan perpindahan ketinggian terlalu cepat dan sistem tubuh belum mampu menyesuaikan. 

Biaya pendakian Gunung Jayawijaya

Berdasarkan testimoni para pendaki biaya yang dibutuhkan untuk mencapai puncak Cartenz di Gunung Jayawijaya berkisar Rp 55-65 juta per orang. Biaya tersebut meliputi transportasi pesawat pulang pergi Jakarta-Nabire-Sugapa, biaya porter dan pemandu untuk dua minggu, peralatan kelompok dan konsumsi. Harga ini tentu lebih mahal dengan biaya yang dikeluarkan para pendaki untuk mendaki seven summit lainnya seperti Gunung Elbrus (Russia) dan Kilimanjaro (Tanzania).

Baca juga:

Penyebab mahalnya biaya pendakian Gunung Jayawijaya

1. Daerah yang rawan konflik
Faktor keamanan menjadi salah satu penyebab mahalnya biaya pendakian menuju puncak Carstensz di Gunung Jayawijaya. Para gerilyawan organisasi separatis OPM (Organisasi Papua Merdeka) pun masih sering beraktivitas di sepanjang jalur pendakian ini. Dengan demikian, kondisi tersebut jelas amat mengancam keselamatan pendaki dan juga porter.

2. Lokasi yang sulit diakses
Mahalnya biaya pendakian Jayawijaya juga disebabkan oleh sulitnya akses bagi para pendaki menuju lokasi. Satu-satunya transportasi yag dapat mengantar pendaki ke lokasi adalah pesawat. Selain itu, jika pendaki berangkat dari Jakarta, maka terlebih dahulu harus melakukan penerbangan ke Nabire. Kemudian, pendaki akan melanjutkan penerbangan dari Nabire menuju desa kecil bernama Sugapa.

3. Medan yang technical
Pendakian puncak Carstensz jelas membutuhkan kemampuan technical yang baik dari pendaki. Tanpa penguasaan skill technical yang baik berupa ascending dan descending, maka mustahil pendaki dapat menggapai puncaknya. Perjalanan menembus hutan rimba Papua selama berhari-hari bukanlah ujian utama, namun tantangan utama terletak pada tahap akhir pendakian. Berbagai peralatan untuk keamanan pendaki ketika melakukan ascending dan descending membuat biaya pendakian semakin mahal. Bahkan beberapa pendaki mengatakan bahwa medan pendakian Mount Everest jauh lebih mudah dibandingkan Carstensz Pyramid karena tidak membutuhkan skill technical khusus.

4. Sistem penggajian porter belum rapi
Penyebab keempat dari mahalnya biaya pendakian Jayawijaya adalah kebutuhan upah porter selama dua minggu. Upah yang diminta oleh seorang porter berkisar Rp 7-8 juta per orang. Nah, dalam pendakian ke puncak Cartenz di Gunung Jayawijaya idealnya satu orang membutuhkan dua porter. Jadi, estimasi biaya yang dikeluarkan untuk upah porter adalah sekitar Rp 14-16 juta. Biaya ini belum termasuk tambahan gaji porter karena biasanya mereka meminta upah ekstra di tengah perjalanan. Kamu pun tidak dapat berbuat apa-apa karena menolaknya akan mengakibatkan kerugian. Oleh karena itu, tetap siapkan dana tunai cadangan untuk berjaga-jaga.

5. Biaya tak terduga
Sulitnya akses ke lokasi dan image sebagai daerah rawan konflik menjadi alasan mahalnya biaya pendakian menuju Gunung ini. Disamping itu, terkadang terdapat biaya tak terduga yang berasal dari para porter. Ya, para porter memang belum teredukasi dengan satu sistem manajemen dalam bekerja. Kondisi ini mengakibatkan para porter dapat seenaknya meminta tambahan upah di tengah perjalanan. Selain soal porter, para pendaki juga sering menghadapi masalah dengan masyarakat adat. Dengan demikian, sebagai upaya damai para pendaki harus membayar sejumlah uang denda adat.

Jalur pendakian Gunung Jayawijaya adalah rute utama yang akan membawa para pendaki menggapai salah satu dari seven summit, yaitu Carstensz Pyramid. Keindahan dari puncak ini tentu tidak akan terlupakan karena kamu dapat menikmati pemandangan langka berupa salju pada area tropis.
Keindahan gunung Jayawijaya
Keindahan gunung Jayawijaya
Namun, mahalnya biaya pendakian terkadang menjadi penghalang bagi para pendaki untuk merealisasikan impiannya ini. Persiapan yang matang meliputi biaya pendakian, peralatan, kondisi fisik hingga waktu perlu kamu lakukan. Jadi, ketika semuanya telah siap dan waktunya telah tiba kamu dapat berangkat untuk berjuang menjejakkan kaki di Carstensz Pyramid

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jalur Pendakian Gunung Jayawijaya Menuju Puncak Carstensz Pyramid

0 komentar:

Posting Komentar